Kafe Kopi: Mukena Zhafira:  Diikutsertakan dalam  lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015 Karya:  Allin Narron Seperti biasanya, pada malam Nuzulul...

Mawar



Sekuncup mawar terselip dalam lipatan kertas merah jambu
Persis muka meronamu
Ah, sayang
Dirinya lebih senang menatap si mawar ketimbang puisiku
Padahal isinya syahdu
Baris pertama lebah merindu
Melayang duhai melayang
Rindu mengecup mawar ku madu
Sekuncup mawar terselip dalam lipatan kertas merah jambu
Bacalah engkau ku sayang
Puisiku untukmu seorang

14 Juli 2015
(10:44)

Akronim



Pujangga menyulam pualam bak
Untaian mutiara syurgawi
Ilusi cinta fatamorgana adam dan hawa
Semburat syair kelu mendamba
Ikrar keabadian sang raja hati
Hingga nanti
Takkan pernah mati


14 Juli 2015

Dekrit Puiya



Mereka!
Mereka  anggap  aku tak guna!
Tak lebih dari untaian kata pelipur lara
Atau sekedar curahan manusia jatuh cinta
Manusia yang menggeliat berdansa dengan pena
Ketika malam bulan purnama
Katakan !
Katakan pada mereka!
Aku bisa membuat angin bercerita
Gunung bersenandung berirama
Bahkan langit dan lautan bersimfoni dalam nada
Nada anggun dalam gubahanku
Ketika sang surya menenggelamkan diri  kala senja
Aku bersuara
Dalam kata-kata

6 Juli 2015
(16:19)

Ket.
Puiya : Puisi Teraniaya




Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda