Tuk ハリス

Cintaku tak sempat ku ucap
Tak mampu berulah
Meski banyak perawan tahu
Ku hanya tersenyum saja
             Jalanan sepi
             Langkahmu gencar ingin ku sapa suaranya
             2 sampai 5 meter
             Hingga jauh kau di depanku



Kaki ini bukan kaki kecil  yang manis melangkah lagi
Yang terjatuh dan terbata-bata saat melangkah
Kaki ini tegak berlari ke segala arah
Menghadang, menghempas melewati seribu jembatan

Buat Tuhan



Ku tuangkan secangkir kopi buat ngobrol
Biar lebih enak pake gula secukupnya
Ngga terlalu manis
Ngga hambar juga

Apa



Apa bagaimana?
Kenapa pula aku butuh jawabannya
Jangan bertanya
Aku tak suka kata tanya
Aku saja yang bertanya
Kau yang harus menjawabnya

Untitle


Mendung, 24 Juli 2007
Habis lama masa berganti
Kerinduan tahun lalu saat bertemu

Romi Dae



Romi, lama kau diam dalam mimpi
Jenuh aku ditemani laut dan ombak
Janjinya berlayar bagai Titanic

Cambuk



Berdiam bukan berarti menyerah
Ku taklukan segala risau yang menyengat ibarat lebah
Walau ku hanya bisa merebah

Cerita 18



Ku taruhkan hari ini:
Absen 18 ditulis alfa bersama lima hari sebelumnya
Bareng Jamil gank di pangkalan ojeg
Nge-remi dan minum kopi

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda