Batu tergelincir dalam
Hilanglah jejak katak melompat
Batu mati tertungkup papan
Katak nangis ikut nyebur
                                           Ke dalam kolam

Ingatan Malam



Bulan memerah
Hatiku bagai darah
Jiwaku rapuh
Di kesunyian malam
Rayu angin dalam kekosongan

Hancur



Kemana perginya cinta
             Yang mati ku tinggal pergi
Menyisakan di dalam hati
             Angannya... angannya mati

Mencoba tegar



(atas apa yang terjadi 15 Juli 2006)

Bukan maksud aku berjalan di atas air yang tenang
Semuanya tenang
Namun akhirnya kecebur juga
Tolong!!!

Ketahuan



Ketahuan,
Memang begitulah adanya
Aku bilang:
“sejak masuk tahun kedua”

Semu



Tuhan, salahkah diriku
Bila menyukainya?
Tapi kenapa aku selalu
Risau akan cintanya




Aku bukan bunga
Yang indah untuk kau tatap
             Aku bukan mimpi
             Yang mudah untuk dikenang
Jadi

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda